Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

Peran Penyuluhan Matematika dalam Permainan Monopoli

oleh | Nov 23, 2023

Banjarsari, Pekalongan (29/07/2023) – Pada era dimana keterampilan matematika menjadi semakin penting, ada pendekatan yang inovatif untuk mengajarkan konsep matematika kepada masyarakat khususnya anak-anak. Edukasi dalam permainan eksklusif berbasis konsep matematika telah muncul sebagai solusi inovatif untuk mengenalkan dan memahami konsep matematika dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Hal tersebut menggerakkan mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro untuk memperkenalkan permainan monopoli berbasis konsep matematika.

Permainan monopoli ini merupakan permainan yang serupa dengan permainan monopoli pada umumnya. Namun hal yang membedakannya yaitu peraturan dalam memainkannya. Pertama, pemain harus melempar dadu untuk menentukan langkah permainan. Jika berhenti di petak tanda tanya, maka pemain tersebut harus membuat pertanyaan matematika dan dijawab oleh semua pemain lainnya. Hal ini bertujuan agar pemain khususnya anak-anak memiliki ketangkasan, ketelitian, serta tingkat kefokusan yang tinggi dalam menjawab soal yang diberikan. Jika berhenti di petak bergambar kartu, maka pemain bebas memilih mengambil kartu “AKU PINTAR” atau kartu “MATH ASIK”. Jika berhenti di petak terlarang, maka pemain tersebut tidak bisa melempar dadu dalam satu kali perjalanan. Pemain yang berhenti di petak tiket akan kehilangan poin sebesar 1.000 atau jika memiliki kartu “Bebas dari bayar tiket” dapat ditukarkan kepada bank sehingga poin tidak berkurang 1.000. Setiap pemain memiliki tabungan 10.000 poin di bank. Pemain yang berhenti di petak bank dapat mengambil jatah poinnya selama tabungan di bank masih tersedia. Pemain dikatakan bangkrut jika poin yang dikumpulkan bernilai negatif.

Melalui permainan yang santai namun menyenangkan ini, para pemain khususnya anak-anak memiliki sarana baru dalam proses pembelajaran. Penyuluhan permainan monopoli berbasis konsep matematika telah membuktikan bahwa pembelajaran tidak selalu harus dilakukan dalam lingkungan formal. Sehingga modifikasi permainan monopoli ini mampu memberikan dampak positif berupa meningkatnya ketertarikan terhadap ilmu matematika, meningkatkan rasa percaya diri dalam berhitung serta meningkatkan literasi matematika.

#KKNUndipTim2 #P2KKNUndip #LPPMUndip #Undip

Penulis : Raihana Rasyida

DPL     : Muhammad Iqbal Fauzan S.P., M.Si.

Lokasi : Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan